Talenta Pro Patria et Humanitate

 INA |  ENG

Jl. Pawiyatan Luhur IV/1
Bendan Dhuwur
Semarang 50234
Telp. 024-8441555 (hunting)
Fax. 024-8415429, 8445265
e-mail: humas@unika.ac.id
www.unika.ac.id
UNIKA GELAR SYUKURAN HARI KEMERDEKAAN

Bendan, (17/8) memperingati hari kemerdekaan RI  ke 67 Unika Soegijapranata menyelenggarakan upacara dan Syukuran. Upacara yang digelar di lapangan basket kampus Unika diikuti oleh 1.600 mahasiswa baru, dosen dan staf kependidikan. Rektor Unika Soegijapranata Prof. Dr. Ir. Yohanes Budi Widianarko, MSc yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan amanatnya kepada peserta upacara dengan ungkapan syukur atas kemerdekaan yang telah kita lalui selama enam puluh tujuh tahun. Syukur tersebut diungkapkan dengan ajakan Rektor untuk mengumandangkan pekik kemerdekaan tiga kali agar jiwa dan raga kita terbebas.

Sebagai bangsa yang besar beliau mengingatkan bahwa peran para pendiri Unika Soegjapranata telah menghembuskan spirit kebangsaan melalui dunia pendidikan. Untuk itu kita bersyukur atas kemerdekaan tersebut, dibandingkan dengan masa-masa tahun 1945 tentu para mahasiswa sekarang jauh lebih baik kondisinya, Rektor mengajak peserta upacara untuk merefleksikan diri bahwa generasi muda saat ini dituntut untuk dapat beradaptasi dengan kehidupan global.

Rektor menyampaikan juga, saat berkunjung di salah satu negara yang mempunyai jumlah penduduk terpadat bersama dengan salah satu dosen, ia merasa bersyukur menjadi warga negara Indonesia, karena di negara tersebut yang memperdengarkan lagu kebangsaannya  dan kibaran bendera setiap hari tapi masih ditemui sampah dan orang miskin, kesenjangan sosial dimana-mana. Demikian juga dirasakan oleh tiga orang mahasiswa dari Jepang yang mengungkapkan dalam satu forum bahwa aneh menurutnya, bentuk rasa nasionalismenya di negara tersebut tetapi warga negara dan kebersihannya tidak diurus oleh negara dan pernyataan tersebut membuat terperanjat para guru besar yang hadir.

Kebanggaan dan syukur juga diungkapkan atas peran petugas upacara yang melaksanakan tugas dengan baik utamanya petugas Pasukan Pengibar Bendera, pasukan delapan, tujuh belas dan empat puluh lima  Rektor merasa terharu dan merinding mendengar derap sepatu dan gerak yang teratur yang menginpirasi untuk lebih mencintai dan mengisi kemerdekaan negara ini.

 

Kemerdekaan Kecil Dari Diri Kita

Realisasi dalam mengisi kemerdekaan di lingkungan Unika Soegijapranata, tentu harus diwujudkan secara nyata, oleh sebab itu Rektor menuntut kesanggupan dari mahasiswa, para dosen dan karyawan untuk terbebas dari sampah, kekumuhan dan pemborosan energi di lingkungan Unika Soegijapranata dengan demikian perlu kemerdekaan itu dimulai dari lingkungan yang paling kecil yaitu diri kita sendiri.

Usai upacara bendera bertempat di selasar Gedung Antonius diselenggarakan syukuran atas hari kemerdekaan dengan potong tumpeng. Tumpeng Kemerdekaan yang dihiasi aneka lauk pauk dipotong oleh Rektor untuk diserahkan kepada Dekan Fakultas Teknik Ir. Budi Setiadi, MT  atas prestasi peningkatan perolehan jumlah mahasiswa yang meningkat tajam pada program studi Teknik Sipil. Potongan Tumpeng Kemerdekaan kedua diserahkan kepada Rikarda Ratih Saptaastuti, S.Sos yang berhasil menyabet juara III untuk kategori Pustakawan berprestasi, pada acara Pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Diktendik) Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2012.

Syukur atas  “Aroma Kemerdekaan” juga dirasakan  oleh mahasiswa baru, sebagaimana dikatakan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis program studi Manajemen, Tria Cintya Danastri – nim 12.30.0280, yang berasal dari SMA Negeri 3 Sukabumi Jawa Barat; Kemerdekaan yang telah dirasakan puncaknya adalah hari ini, saat terpilih sebagai Paskibra yang baru saja bertugas, ia merasakan bahwa kemerdekaan itu harus diciptakan dari dalam benak diri sendiri. Usai SMA, tidak mudah memasuki pendidikan tinggi, walaupun diterima di Unika Soegijapranata pada pilihan program studi ke dua saat mendaftar mahasiswa baru tetapi ia bersyukur, karena tidak semua siswa lulusan SMA mendapatkan kesempatan untuk kuliah.

Ia menyadari memasuki pendidikan tinggi, merupakan wilayah kesulitan yang diciptakan oleh institusi pendidikan tinggi,  Itu bukan semata-mata mempersulit mahasiswa, tetapi di balik maksud tersebut agar lulusan Unika kelak dapat menjawab tantangan pasar kerja yang terbuka lebar dan global.  Oleh sebab itu memaknai kata “Merdeka” menurut Tria,  merupakan kebebasan untuk mengekspresikan diri yang bertumpu pada prestasi yang dilandasi dengan ilmu pengetahuan dan iman serta keyakinan diri. (juang saksono)

    Sintak | Mail Unika | Library | Guest Book | Privacy Policy Powered by: BMSI