Talenta Pro Patria et Humanitate

 INA |  ENG

Jl. Pawiyatan Luhur IV/1
Bendan Dhuwur
Semarang 50234
Telp. 024-8441555 (hunting)
Fax. 024-8415429, 8445265
e-mail: humas@unika.ac.id
www.unika.ac.id
Peraturan Akademik

PERATURAN UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA

Nomor : E.2/1294/UKS.01/V/2003
tentang
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

REKTOR UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA
SEMARANG


Menimbang     :     
1. bahwa partisipasi dari segenap anggota Sivitas Akademika sangat diperlukan demi kelancaran pelaksanaan sistem pendidikan, penelitian maupun pengabdian pada masyarakat

2. bahwa partisipasi penuh dari segenap anggota Sivitas Akademika akan terwujud bilamana setiap anggota dapat mengetahui dengan jelas dan pasti semua hak dan kewajibannya

3. bahwa dalam rangka penyelenggaraan pendidikan yang berlaku umum diperlukan adanya peraturan pokok penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan Universitas Katolik Soegijapranata

4. bahwa dengan adanya sejumlah perubahan dan cepatnya perkembangan dalam dunia pendidikan tinggi, maka perlu dilakukan revisi atas Peraturan Universitas Katolik Soegijapranata Nomor : E.2/1069/UKS.01/I/2000.

 
Mengingat     :     

1. Peraturan Pemerintah No.60 Tahun 1999, tentang Pendidikan Tinggi

2. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor:188/U/1998, tentang Akreditasi Program Studi pada Perguruan Tinggi untuk Program Sarjana.

3. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi
5. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.

6. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 304/DIKTI/Kep/1998, tentang Akreditasi Program Studi pada Perguruan Tinggi untuk Program Sarjana.

7. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 374/DIKTI/Kep/1998 tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Pengawasan Program Studi yang Terakreditasi Untuk Program Sarjana di Perguruan Tinggi.

8. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Dikti Nomor 108/DIKTI/Kep/2001 tentang Pedoman Pembukaan Program Studi dan/atau Jurusan berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 234/U/2000 tentang Pendirian Perguruan Tinggi

9. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 34/DIKTI/Kep/2002 tentang Perubahan dan Peraturan Tambahan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 08/DIKTI/Kep/2002 tentang Petunjuk Teknis Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 184/U/2001 tentang Pedoman Pegawasan, Pengendalian dan Pembinaan Program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana di Perguruan Tinggi

10. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasio-nal Republik Indonesia Nomor 38/DIKTI/Kep/2002 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.

11. Peraturan Yayasan Sandjojo Nomor : 058 SK/YS/05/V/2001 tentang Statuta Universitas Katolik Soegijapranata.

 

Dengan persetujuan :

SENAT UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG
dalam rapatnya tanggal 13 Februari 2003


MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam peraturan ini, yang dimaksud dengan :
a. Penyelenggaraan pendidikan adalah kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan dharma pertama dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan/pengajaran yang berlaku di Universitas.
b. Universitas adalah Universitas Katolik Soegijapranata.
c. Program Sarjana adalah salah satu jenjang pendidikan akademik sebelum Pendidikan Program Pascasarjana.
d. Program Diploma adalah jenjang pendidikan profesional, yaitu pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu.
e. Program studi adalah kesatuan rencana belajar pada setiap jenjang pendidikan sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan tinggi yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum serta ditujukan agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan sasaran kurikulum.
f. Sistem Kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang menunjukkan beban studi mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar dan beban penyelenggaraan program pendidikan yang dinyatakan dalam satuan kredit.
g. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang menyatakan lamanya suatu program studi dalam suatu jenjang pendidikan dan setara dengan 16 minggu kegiatan perkuliahan.
h. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada Universitas Katolik Soegijapranata.
i. Rektor adalah Rektor Universitas Katolik Soegijapranata.

Pasal 2

(1) Peraturan ini merupakan peraturan umum yang berlaku untuk setiap program studi yang diselenggarakan Universitas, maka tiap Fakultas dan Jurusan perlu menyesuaikan dan melengkapinya dengan berbagai peraturan pelaksanaan yang bersifat khusus.
(2) Peraturan khusus dimaksud pada ayat (1) di atas tidak boleh bertentangan dengan peraturan ini.

Pasal 3

(1) Universitas menyelenggarakan pendidikan tinggi, yang meliputi Pendidikan Akademik maupun Pendidikan Profesional.
(2) Pendidikan Akademik yang diselenggarakan Universitas terdiri atas pendidikan Program Sarjana dan Pascasarjana, sedangkan Pendidikan Profesional terdiri atas Program Diploma I, Program Diploma II, Program Diploma III dan Program Diploma IV.
(3) Penyelenggaraan program Pascasarjana seperti yang dimaksud dalam ayat (2) diatur dalam peraturan tersendiri.

BAB II
PENDIDIKAN

Bagian I
Sistem Pendidikan
Pasal 4

(1) Semua program studi yang diselenggarakan oleh Universitas dilaksanakan dengan menggunakan Sistem Kredit.
(2) Sistem Kredit yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini adalah Sistem Kredit Semester, yaitu sistem kredit yang diselenggarakan dalam satuan waktu semester.
(3) Sistem kredit yang dimaksud dalam ayat (2) pasal ini dapat juga diselenggarakan dalam satuan waktu trimester sejauh muatannya ekuivalen dengan satuan kredit semester.

Pasal 5

Besar nilai kredit semester untuk tiap kegiatan akademik ditentukan oleh banyaknya jam kerja yang digunakan untuk kegiatan akademik yang bersangkutan dan ditetapkan sebagai berikut :
a. Satu satuan kredit semester (sks) untuk perkuliahan teori adalah nilai dari beban kegiatan yang meliputi keseluruhan dari tiga macam kegiatan per-minggu tiap semester, yaitu :
1. untuk mahasiswa :
a) selama 60 menit acara tatap muka terjadwal dengan tenaga pengajar;
b) selama 60 menit acara kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh tenaga pengajar;
c) selama 60 menit acara kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan belajar yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri (tidak direncanakan oleh tenaga pengajar) untuk mendalami materi perkuliahan.
2. untuk tenaga pengajar :
a) selama 60 menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa;
b) selama 60 menit untuk perencanaan dan penilaian kegiatan akademik terstruktur;
c) selama 60 menit untuk pengembangan bahan kuliah

b. Satu satuan kredit semester (sks) untuk seminar dan kapita selekta adalah nilai dari beban kegiatan yang sama seperti pada perkuliahan, yang mengandung acara tatap muka 60 menit per minggu tiap semester.
c. Satu satuan kredit semester (sks) untuk praktikum di laboratorium atau kerja lapangan adalah nilai beban tugas di laboratorium atau aplikasi teori dalam bentuk kerja nyata di lapangan sebanyak 2 sampai 3 jam per minggu selama 1 semester.
d. Satu satuan kredit semester (sks) untuk penelitian, penyusunan makalah, skripsi, tugas akhir atau thesis dan sebagainya adalah nilai dari beban tugas penelitian dan penulisan karangan ilmiah, sebanyak 3 sampai 4 jam sehari selama 1 bulan, dan 1 bulan itu dianggap setara dengan 25 hari kerja.

Bagian II
Kegiatan Akademik

Pasal 6

(1) Satu tahun akademik minimal dibagi dalam dua semester.
(2) Sejauh diperlukan dapat diselenggarakan kegiatan semester tambahan yang ekuivalen dengan semester reguler di antara dua semester reguler seperti dimaksud dalam ayat (1) pasal ini.
(3) Ketentuan-ketentuan tentang dan syarat-syarat penyelenggaraan semester tambahan diatur dengan Keputusan Rektor tersendiri.
(4) Awal berlangsungnya masing-masing semester tersebut dalam ayat (1) pasal ini akan diatur lebih lanjut dalam kalender akademik, yang disusun dan ditetapkan oleh Rektor untuk satu tahun akademik.
(5) Kegiatan akademik tiap semester terdiri atas :
a. Perkuliahan tatap muka   : 16 minggu,
b. Ujian Tengah Semester    : 1 minggu,
c. Minggu Tenang                : 1 minggu,
d. Ujian Akhir Semester        : 2 minggu,
(6) Tahun akademik penyelenggaraan pendidikan tinggi dimulai selambat-lambatnya pada bulan September.

Pasal 7

(1) Perkuliahan teori adalah perkuliahan yang bersifat mengkaji dan menguasai teori.
(2) Responsi adalah kegiatan yang bersifat membantu mahasiswa dalam memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan teori.
(3) Asistensi adalah kegiatan yang membantu mahasiswa dalam memahami permasalahan dan pemecahannya yang berkaitan dengan aplikasi teori.
(4) Praktikum adalah perkuliahan yang bersifat mengaplikasikan teori dalam situasi dan kondisi yang terbatas.
(5) Kerja lapangan adalah aplikasi teori dalam bentuk kerja di lapangan.


Pasal 8

Penyelenggara pendidikan adalah Fakultas, Jurusan dan Lembaga atau unit lain sesuai dengan kelompok-kelompok mata kuliah yang ada.


Bagian III
Beban Studi Mahasiswa

Pasal 9

(1) Mahasiswa dapat mengambil matakuliah di luar program studinya sendiri baik di dalam maupun di luar Universitas Katolik Soegijapranata;
(2) Pengambilan matakuliah seperti dimaksud pada ayat (1) harus seijin Dekan/Ketua program studi dalam rangka kerjasama kegiatan akademik;
(3) Ketentuan pengambilan matakuliah di luar Universitas Katolik Soegijapranata diatur dengan Keputusan Rektor tersendiri.

Pasal 10

Besarnya beban studi mahasiswa untuk seluruh masa studi adalah sebagai berikut :
a. Untuk program Sarjana   : berkisar antara 144 - 160 sks
b. Untuk Program Diploma
1. jenjang Diploma IV         : berkisar antara 144 - 160 sks,
2. jenjang Dilpoma III        : berkisar antara 110 - 120 sks,
3. jenjang Diploma II         : berkisar antara 80 - 90 sks,
4. jenjang Diploma I          : berkisar antara 40 - 50 sks.

Pasal 11

Fakultas atau Jurusan/Program Studi dapat menentukan beban studi minimal mahasiswa untuk seluruh masa studi tanpa menyimpang dari ketentuan Pasal 10.

Pasal 12

(1) Masa Studi :
a. Program Sarjana : 8 semester
b. Program Diploma
1. jenjang Diploma IV : 8 semester
2. jenjang Diploma III  : 6 semester
3. jenjang Diploma II   : 4 semester
4. jenjang Diploma I    : 2 semester
(2) Masa studi maksimal yang tersedia untuk tiap program pendidikan adalah sebagai berikut:
a. Program Sarjana    : 14 semester
b. Program Diploma
1. jenjang Diploma IV : 14 semester
2. jenjang Diploma III  : 10 semester
3. jenjang Diploma II   : 6 semester
4. jenjang Diploma I    : 4 semester
Masing-masing masa studi maksimal itu dihitung sejak pertama kali terdaftar sebagai mahasiswa.
(3) Mahasiswa yang belum dapat menyelesaikan studi walaupun batas masa studi maksimal sebagaimana ditetapkan pada ayat (2) telah terlampaui, dapat mengajukan perpanjangan masa studi apabila :
a. beban studi yang belum terselesaikan maksimal 12 sks termasuk tugas akhir/ skripsi;
b. dalam waktu paling lambat 2 (dua) minggu sebelum awal tahun akademik dimulai, mengajukan permohonan perpanjangan masa studi secara tertulis kepada Rektor melalui Dekan Fakultas atau Ketua Jurusan/Program Studi.
c. bersedia memenuhi ketentuan pembayaran UKP dan uang SKS yang berlaku bagi mahasiswa baru.
(4) Ketentuan prosedur perpanjangan masa studi dan syarat-syarat administrasi maupun keuangan akan diatur lebih lanjut dalam Keputusan Rektor tersendiri.
(5) Perpanjangan masa studi dimaksud dalam ayat (3) akan diberikan oleh Pimpinan Universitas untuk waktu paling lama 2 (dua) semester.
(6) Apabila mahasiswa telah mendapatkan perpanjangan masa studi tetapi tidak dapat menyelesaikannya, maka kepada mahasiswa yang bersangkutan akan diberikan surat pemberhentian status sebagai mahasiswa dari Rektor atas usul Dekan.

Pasal 13

(1) Beban studi mahasiswa tiap semester adalah jumlah satuan kredit semester yang diambil mahasiswa dalam satu semester, dan yang besarnya ditentukan atas dasar :
a. rata-rata waktu kerja sehari yang dapat disediakan, dan
b. kemampuan mahasiswa yang ditetapkan atas dasar tingkat keberhasilan studi pada semester yang baru lalu, yang dinyatakan dalam dan diukur dengan Indeks Prestasi (IP) Semester.

(2) Besarnya beban studi yang boleh diambil mahasiswa dalam satu semester ditentukan dengan berpedoman pada besarnya Indeks Prestasi (IP) Semester yang dicapai pada semester yang baru lalu, dengan perhitungan sebagai berikut :

Indeks Prestasi Beban Studi Maksimal
3,00 - 4,00 24 sks
2,00 - 2,99 21 sks
0,00 - 1,99 18 sks

(3) Pengecualian atas ketentuan ayat (2) pasal ini diatur oleh masing-masing Fakultas, Jurusan atau Program Studi.
(4) Beban studi minimal yang harus diambil oleh mahasiswa Program Sarjana dan Program Diploma tiap semester adalah 18 sks, kecuali bila mahasiswa yang bersangkutan tinggal menyelesaikan skripsi atau tugas akhirnya.

Pasal 14

Mahasiwa baru dalam semester pertama diwajibkan mengambil satu paket matakuliah yang ditentukan oleh masing-masing Fakultas, Jurusan atau Program Studi.

Bagian IV
Perencanaan Program Studi Semester

Pasal 15

Sistem kredit semester pada dasarnya memberikan kepada mahasiwa kebebasan untuk memilih matakuliah-matakuliah yang akan diambil/ditempuh dari antara matakuliah-matakuliah yang ditawarkan oleh Fakultas atau Jurusan yang bersangkutan pada tiap semester yang berjalan.

Pasal 16

Kebebasan memilih matakuliah sebagaimata termaktub dalam pasal 15 dibatasi oleh ketentuan-ketentuan tentang :
a. Matakuliah pra-syarat, yang harus diambil/ditempuh lebih dahulu dan dinilai berhasil sebelum mengambil matakuliah yang menghendaki persyaratan matakuliah pra-syarat tersebut;
b. Matakuliah ko/semi syarat, yang dapat diambil/ditempuh lebih dahulu dari atau bersamaan dengan pengambilan matakuliah yang menghendaki persyaratan matakuliah ko/semi syarat tersebut;
c. Jumlah beban studi minimal yang telah berhasil dikumpulkan untuk berhak mengambil matakuliah-matakuliah Kerja Praktek, Studio, Skripsi atau Laporan Tugas Akhir yang ditentukan oleh Fakultas atau Jurusan/Program Studi.

Pasal 17

(1) Masa pendaftaran mata kuliah/rencana studi tiap semester ditentukan dalam kalender akademik.
(2) Kecuali ditentukan lain oleh Rektor, untuk dapat terdaftar sebagai peserta perkuliahan, mahasiswa harus melaksanakan hal-hal sebagai berikut :
a. meminta Kartu Rencana Studi dan Kartu Mahasiswa pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), dengan menunjukkan bukti pembayaran Uang Kuliah Pokok (UKP) dari Biro Administrasi Keuangan (BAK).
b. menyusun rencana pengambilan matakuliah/rencana studi untuk semester yang akan datang, dengan berpedoman pada Indeks Prestasi (IP) Semester yang lalu, Kurikulum, Daftar Matakuliah yang ditawarkan dan Jadwal Kuliah.
(3) Pendaftaran matakuliah/rencana studi tiap semester dilakukan oleh mahasiswa dengan menyerahkan Kartu Rencana Studi (KRS), yang telah mendapat persetujuan dari Dosen Pembimbing Akademik, kepada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK).
(4) Mahasiswa yang telah mendaftarkan matakuliah yang direncanakan diberi kesem-patan untuk merevisi rencana tersebut dengan melaporkan revisi rencana studi yang disahkan oleh Dosen Pembimbing Akademik kepada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) dalam masa yang ditetapkan dalam kalender akademik.
(5) Termasuk dalam perkecualian yang dimaksud dalam ayat (2) Pasal ini adalah pengisian KRS Mandiri, yaitu pengisian KRS yang dilakukan oleh mahasiswa sendiri dengan menggunakan perangkat komputer tanpa didampingi dosen wali.
(6) Ketentuan tentang pelaksanaan pengisian KRS mandiri diatur lebih lanjut dengan Keputusan Rektor tersendiri.

Bagian V
Cuti Kuliah

Pasal 18

(1) Cuti kuliah merupakan pengunduran diri sementara mahasiswa dari kegiatan akademik.
(2) Mahasiswa yang mengambil cuti kuliah sama sekali tidak diperbolehkan mengambil matakuliah.
(3) Cuti kuliah dapat diambil untuk jangka waktu paling lama dua semester berturut-turut dan selama massa studi hanya boleh paling lama empat semester.
(4) Masa cuti kuliah tidak diperhitungkan dalam perhitungan batas waktu studi maksimal sebagaimana tersebut dalam Pasal 12 ayat (2).
(5) Permohonan cuti kuliah diajukan oleh mahasiswa yang bersangkutan kepada Rektor setelah mendapat persetujuan dari dosen wali dan pimpinan Fakultas/Ketua Jurusan/ Ketua Program Studi masing-masing.
(6) Permohonan cuti kuliah harus diajukan pada masa pendaftaran ulang (her-registrasi) dan paling lambat pada akhir masa perubahan rencana studi dari semester yang bersangkutan dengan disertai bukti her-registrasi.
(7) Mahasiswa yang mengajukan cuti kuliah diwajibkan membayar UKP yang harus dibayar pada semester berjalan untuk setiap semester cuti kuliah.
(8) Perubahan status dari mahasiswa cuti kuliah ke status mahasiswa aktif dapat dilayani pada masa pengisian KRS dalam semester yang bersangkutan.
(9) Bagi mahasiswa Program Sarjana atau Program Diploma, setelah masa cuti kuliah berakhir, dalam semester pertama ketika yang bersangkutan aktif kembali, hanya boleh merencanakan studinya dengan beban studi maksimal 18 sks.

Bagian VI
Kegiatan Perkuliahan

Pasal 19

(1) Masa perkuliahan ditetapkan dalam kalender akademik.
(2) Perkuliahan dilaksanakan pada waktu dan tempat yang ditetapkan dalam jadwal kuliah.

Pasal 20

(1) Pada setiap awal masa perkuliahan setiap Dosen wajib memberitahukan kepada mahasiswa peserta tentang :
a. Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dari matakuliah yang diampu kepada mahasiswa yang mengikuti kuliahnya.
b. Sistem dan bobot penilaian yang dipakai.
(2) Pada setiap kegiatan perkuliahan, Dosen wajib memeriksa kehadiran mahasiswa.
(3) Apabila Dosen berhalangan hadir, dosen yang bersangkutan wajib:
a. memberitahukan hal tersebut kepada Pimpinan Program Pascasarjana/Fakultas/ Ketua Jurusan/Ketua Program Studi/Tata Usaha dan para mahasiswa.
b. menggantikan perkuliahan pada waktu yang lain atau menggantinya dengan kegiatan terstruktur, ekuivalen dengan kesepakatan perkuliahan yang bersangkutan.
(4) Mahasiswa yang berhak mengikuti kegitan perkuliahan adalah mahasiswa yang namanya tercamtum dalam Daftar Peserta Kuliah (DPK) yang bersangkutan, kecuali bagi yang mendapatkan izin khusus dari Rektor.
(5) Mahasiswa pendengar yang berasal dari luar lingkungan Universitas, harus mendapat izin Rektor; bagi yang berasal dari luar Fakultas dalam lingkungan Universitas harus mendapat izin Dekan; bagi yang berasal dari dalam lingkungan Fakultas harus mendapat izin dari Dosen yang bersangkutan.
(6) Ketentuan-ketentuan teknis tentang kegiatan perkuliahan diatur lebih lanjut oleh Fakultas atau Jurusan/Program Studi.

Bagian VII
Evaluasi Keberhasilan Studi Mahasiswa

Pasal 21

(1) Evaluasi keberhasilan studi mahasiswa dilakukan melalui penyelenggaraan:
a. Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS); dan
b. Tugas-tugas lain yang dianggap perlu.
(2) Mahasiswa berhak mengetahui hasil ujian dan/atau tugas-tugas.

Pasal 22

(1) Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester harus dilaksanakan oleh Fakultas atau Jurusan pada masa yang ditetapkan dalam kalender akademik.
(2) Penyelenggaraan Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester diselenggarakan oleh panitia ujian.
(3) Mahasiswa yang berhak mengikuti ujian adalah mahasiswa yang namanya tercantum dalam daftar peserta ujian.
(4) Ujian susulan pada prinsipnya tidak diselenggarakan, kecuali ada ijin dari Dekan/ Ketua Jurusan.
(5) Fakultas/Jurusan/Program studi tidak dibenarkan menyelenggarakan ujian ulangan atau ujian perbaikan.

Pasal 23

(1) Persyaratan utama bagi mahasiswa untuk berhak mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) adalah apabila namanya tercantum dalam daftar peserta ujian.
(2) Persyaratan bagi mahasiswa untuk berhak mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) adalah:
a. presensi kuliah mahasiswa minimal mencapai 75% dari kuliah yang terlaksana;
b. nama mahasiswa tercantum dalam daftar peserta Ujian Akhir Semester;
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan untuk menempuh ujian dan tata tertib ujian ditetapkan oleh masing-masing Fakultas, Jurusan/Program Studi, Lembaga atau unit pelaksana lain yang ditunjuk Rektor.

Pasal 24

(1) Sistem penilaian didasarkan pada:
a. Sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP), dengan menetapkan nilai batas lulus yang dapat menggambarkan penguasaan materi perkuliahan yang dituntut;
b. Sistem Penilaian Acuan Norma (PAN), dengan cara membandingkan nilai prestasi yang dicapai oleh seorang mahasiswa pada akhir semester dengan prestasi kelompok/ kelasnya;
c. Sistem penilaian kombinasi, dengan mengkombinasikan antara sistem PAP dan PAN dengan mengingat sifat matakuliah dan jumlah peserta kuliah.
(2) Nilai keberhasilan studi mahasiswa disampaikan kepada Fakultas/Jurusan dalam bentuk Nilai Angka (NA) dan Nilai Huruf (NH).
(3) Ketentuan tentang pelaksanaan sistem penilaian secara rinci diatur lebih lanjut oleh masing-masing Fakultas atau Jurusan/Program Studi.

Pasal 25

(1) Nilai keberhasilan studi mahasiswa atas mata kuliah dinyatakan dengan huruf, yaitu:

A = Istimewa
AB = Sangat Baik
B = Baik
BC = Cukup Baik
C = Cukup
CD = Kurang dari Cukup
D = Kurang
E = Gagal


(3) Selain huruf-huruf yang tersebut dalam ayat (1) pasal ini, dapat digunakan huruf: K, untuk Kosong, yang diberikan karena data nilai kurang lengkap.

Pasal 26

(1) Keberhasilan studi mahasiswa pada tiap semester dinyatakan dengan Indeks Prestasi (IP).
(2) Besarnya Indeks Prestasi (IP), diperoleh dari hasil seluruh perkalian antara besar Satuan Kredit (SK) dengan Nilai Bobot (NB) tiap matakuliah yang telah diambil, dibagi dengan jumlah seluruh Satuan Kredit (SK) yang telah direncanakan/diambil, atau ditetapkan dengan rumus sebagai berikut:

  E(SK x NB)  
Indeks Prestasi (IP) = -----------  
  E SK  

(3) Untuk menetapkan besarnya Indeks Prestasi (IP) maka nilai huruf harus dikuantifikasi lebih dahulu sebagai berikut :

Nilai Huruf (NH) Nilai Bobot (NB)
A 4
AB 3,5
B 3
BC 2,5
C 2
CD 1,5
D 1
E 0

Pasal 27

(1) Dosen penguji/pengampu matakuliah wajib menyerahkan nilai keberhasian studi mahasiswa kepada Pimpinan Fakultas/Jurusan/Program Studi selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) minggu setelah berlangsungnya ujian matakuliah yang diampunya. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan tidak dapat dipenuhi, maka peserta ujian diberi nilai sementara C sampai diterbitkan nilai sesungguhnya menjadi nilai tetap
(2) Nilai sementara akan menjadi nilai tetap apabila nilai sesungguhnya kurang dari nilai sementara.
(3) Pemberitahuan hasil studi dilaksanakan paling lambat sampai pada masa revisi berakhir dengan cara memberikan Kartu Hasil Studi (KHS) kepada mahasiswa melalui Bagian Tata Usaha Fakultas, Jurusan atau Program Studi masing-masing.
(4) Satu salinan dari Kartu Hasil Studi setiap akhir semester dikirimkan kepada orangtua/ wali mahasiswa.
(5) Untuk matakuliah-matakuliah dengan nomor kode yang tidak sama, nilai keberhasilan studi untuk suatu matakuliah dalam suatu program studi tidak dapat diakui sebagai nilai untuk matakuliah dengan nama yang sama dari suatu program studi lain yang diambil oleh mahasiswa peserta program studi ganda.

Pasal 28

(1) Evaluasi keberhasilan studi tahunan untuk Program Sarjana dan Program Diploma IV dilakukan pada tiap akhir semester keempat, semester keenam dan semester kedelapan bagi mahasiswa yang bersangkutan.
(2) Evaluasi keberhasilan studi tahunan untuk Program Diploma III dilakukan pada akhir semester keempat dan akhir semester keenam.
(3) Evaluasi keberhasilan studi tahunan untuk Program Diploma II dilakukan pada akhir semester kedua.

Pasal 29

(1) Setiap mahasiswa Program Sarjana, Program Diploma IV dan Program Diploma III, terhitung sejak pertama kali terdaftar sebagai mahasiswa sampai dengan akhir semester tersebut di bawah ini, harus sudah berhasil mengumpulkan sks sekurang-kurangnya sejumlah :
a. empat semester pertama = 48 sks;
b. enam semester pertama = 72 sks;
c. delapan semester pertama = 96 sks;
dan dengan Indeks Prestasi (IP) Kumulatif tidak kurang dari 2,00.
(2) Bagi mahasiswa Program Diploma II kewajiban seperti tersebut dalam ayat (1) pasal ini berlaku ketentuan sebagai berikut :
a. pada akhir dua semester pertama sejumlah 24 sks; dan
b. pada akhir empat semester pertama sejumlah 48 sks;
masing-masing dengan Indeks Prestasi (IP) Kumulatif tidak kurang dari 2,00.
(3) Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan tersebut dalam ayat (1) atau ayat (2) pasal ini akan mendapat peringatan secara tertulis dari Pimpinan Fakultas, Jurusan atau Program Studi yang bersangkutan dan bagi mahasiswa tersebut diwajibkan untuk memperbaiki matakuliah-matakuliah yang perlu ditingkatkan nilainya.
(4) Kepada mahasiswa yang setelah mendapat peringatan pertama seperti yang termasuk pada ayat (3) belum dapat memenuhi persyaratan tersebut dalam ayat (1) atau ayat (2), akan diberi peringatan kedua dan terakhir dari Pimpinan Fakultas, Jurusan atau Program studi yang bersangkutan disertai dengan pemberitahuan bahwa mahasiswa tersebut akan dikenai sanksi pemutusan hak studi apabila nilai-nilai dan atau IP Kumulatif pada semester berikutnya tidak menjadi lebih baik.
(5) Kepada mahasiswa yang setelah mendapat peringatan kedua belum juga dapat memenuhi persyaratan seperti pada ayat (1) atau ayat (2), akan diberi surat pemberhentian status sebagai mahasiswa/pemutusan hak studi dari Rektor atas usulan dari Pimpinan Fakultas.

Pasal 30

Peraturan tentang pengambilan/pendaftaran dan ujian Laporan Tugas Akhir, Skripsi. Kerja Praktek atau Studio, ditetapkan oleh masing-masing Fakultas, Jurusan atau Program Studi.

Pasal 31

Untuk menyelesaikan studi, mahasiswa program Sarjana wajib menyelesaikan Skripsi/Tugas Akhir, sedangkan mahasiswa Program Diploma wajib menyelesaikan Karya Tulis/Laporan Tugas Akhir.

Pasal 32

(1) Untuk dapat dinyatakan berhasil dalam menyelesaikan seluruh program studi (lulus) dari suatu program studi tertentu, seorang mahasiswa harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. telah menyelesaikan seluruh beban studi yang ditetapkan menurut kurikulum untuk program studi yang bersangkutan;
b. IP Kumulatif tidak kurang dari 2,00.
c. hanya ada maksimal 20% nilai D dari seluruh jumlah kredit matakuliah yang diambil;
d. tidak terdapat nilai E dari antara seluruh matakuliah yang diambil;
(2) Predikat kelulusan untuk mahasiswa ditetapkan sebagai berikut :
IP Kumulatif Predikat Kelulusan
3,51 - 4,00 Dengan Pujian
2,76 - 3,50 Sangat Memuaskan
2,00 - 2,75 Memuaskan
(3) Predikat kelulusan terbaik untuk tiap program studi ditentukan oleh masing-masing Fakultas/Jurusan/Program Studi penyelenggara, berdasarkan pada perolehan IP Kumulatif dan lama studi mahasiswa, dan sejauh perlu dengan syarat lain yang ditetapkan oleh masing-masing Fakultas/Jurusan/Program Studi.

Pasal 33

Kurikulum setiap program studi pada pendidikan Program Sarjana dan Program Diploma tersruktur dalam kelompok-kelompok matakuliah berikut ini:
a. Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK);
b. Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK);
c. Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB);
d. Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB);
e. Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).

Pasal 34

(1) Dalam setiap kurikulum Program Sarjana dan Program Diploma ada matakuliah-matakuliah yang bersifat wajib diikuti, baik wajib prasyarat atau wajib ko/semi prasyarat, dan ada pula matakuliah-matakuliah yang bersifat pilihan.
(2) Sifat wajib atau pilihan dari suatu matakuliah dapat berupa :
a. wajib Pemerintah;
b. wajib atau pilihan Universitas;
c. wajib atau pilihan Fakultas;
d. wajib atau pilihan Jurusan;
e. wajib atau pilihan Program Studi.

Pasal 35

(1) Matakuliah-matakuliah yang termasuk dalam kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian yang diwajibkan oleh Pemerintah dan matakuliah matakuliah yang bersifat wajib dan pilihan Universitas disebut sebagai Matakuliah Umum (MKU).
(2) Matakuliah-matakuliah yang termasuk kelompok Matakuliah Umum (MKU) berikut masing-masing nilai kreditnya ditetapkan oleh Pimpinan Universitas dengan Keputusan Rektor.
(3) Matakuliah selain sebagaimana disebut dalam ayat (1) pasal ini ditetapkan oleh masing-masing Fakultas/Jurusan/Program studi dengan mengacu pada peraturan tentang kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah, serta ketentuan tentang beban studi sebagaimana tersebut dalam Pasal 10 dan Pasal 11 peraturan ini.

Pasal 36

(1) Wisuda diselenggarakan tiga kali setiap tahun, pada tanggal yang ditetapkan dalam kalender akademik, kecuali apabila oleh Rektor ditentukan lain.
(2) Setiap mahasiswa yang telah dinyatakan berhasil menyelesaikan program studi (lulus), harus mengikuti wisuda dengan berkewajiban memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam keputusan Rektor.

BAB III
ADMINISTRASI AKADEMIK

Bagian I
Admisi

Pasal 37

(1) Admisi adalah suatu kegiatan pemberian status sebagai mahasiswa kepada seorang (calon) mahasiswa yang hendak menempuh studi pada suatu program studi tertentu yang diselenggarakan Universitas.
(2) Admisi dilakukan berkaitan dengan :
a. Penerimaan Mahasiswa Baru;
b. Perpindahan Intern, yaitu perpindahan mahasiswa antar Fakultas, Jurusan atau Program Studi dalam lingkungan Universitas;
c. Perpindahan ekstern, yaitu perpindahan mahasiswa dari Perguruan Tinggi lain, baik dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta.

Pasal 38

(1) Masa Penerimaan Mahasiswa Baru ditetapkan dalam kalender akademik.
(2) Penerimaan Mahasiswa Baru ditangani oleh koordinasi Pusat Pengembangan Rekruitmen Mahasiswa yang bertanggung jawab kepada Rektor.

Pasal 39

(1) Penerimaan Mahasiswa Baru dilakukan dengan memakai sistem seleksi, yang meliputi pemenuhan syarat-syarat, sebagai berikut :
1. Lulusan SMU atau SMK sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Universitas;
2. Menyerahkan salinan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) dan Surat Tanda Kelulusan (STK) SMU atau SMK yang telah disahkan oleh yang berwenang;
3. Menyerahkan surat keterangan kesehatan dari dokter yang ditunjuk oleh Universitas;
4. Membayar uang pendaftaran;
5. Lulus tes penyaringan, baik tertulis maupun lisan yang diselenggarakan oleh Universitas;
6. Menyelesaikan semua kewajiban administratif dan keuangan dalam waktu yang telah ditentukan.
(2) Bagi calon mahasiswa Warga Negara Asing (WNA), dikenai persyaratan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
(3) Mahasiswa diperbolehkan mengambil studi rangkap dengan melalui proses Penerimaan Mahasiswa Baru.

Pasal 40

(1) Mahasiswa pendengar adalah mahasiswa yang mengikuti kuliah intra/ekstra kurikulum tanpa bermaksud mendapatkan ijazah atau gelar akademik.
(2) Mahasiswa pendengar dimaksud dalam ayat (1) wajib memenuhi syarat-syarat administrasi keuangan dan akademik yang ditentukan Universitas.
(3) Setelah mengikuti matakuliah atau matakuliah-matakuliah khusus, kepada mahasiswa khusus diberikan sertifikat oleh Universitas.

Pasal 41

(1) Mahasiswa dari suatu Fakultas, Jurusan, atau Program Studi tertentu dapat pindah ke Fakultas, Jurusan atau Program Studi lain yang diminati, dalam lingkungan Universitas, sejauh peraturan dan peluang dalam Fakultas, Jurusan atau Program Studi yang diminatinya itu memungkinkan; perpindahan demikian disebut perpindahan intern.
(2) Perpindahan intern hanya dapat dilakukan dalam masa pendaftaran ulang (her-registrasi) mahasiswa.
(3) Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang hendak pindah Fakultas/Jurusan/Program studi adalah sebagai berikut :
a. ijazah/STTB yang dimiliki memenuhi syarat bagi Fakultas, Jurusan atau Program Studi yang diminati;
b. Disetujui oleh Dekan, Ketua Jurusan/Ketua Program Studi yang bersangkutan;
c. Diterima oleh Dekan, Ketua Jurusan atau Ketua Program Studi yang diminati dengan mempertimbangkan :
1) rekomendasi dari Dekan, Ketua Jurusan atau Ketua Program Studi dari Fakultas asal;
2) transkrip akademik yang sah.
d. Menyelesaikan semua kewajiban administratif dan keuangan yang ditetapkan oleh Universitas.
(4) Kredit yang telah diperoleh dari Fakultas, Jurusan atau Program Studi asal dan yang berlaku atau diakui dapat dipindahkan ke Fakultas, Jurusan atau Program Studi baru.
(5) Beban studi untuk semester pertama pada Fakultas, Jurusan atau Program Studi baru/ Alih program yang boleh diambil oleh mahasiswa yang bersangkutan adalah maksimal 18 sks.
(6) Masa studi yang telah ditempuh di Fakultas, Jurusan atau Program Studi asal, tetap diperhitungkan dalam menghitung batas waktu studi maksimal sebagaimana termaktub dalam pasal 12 ayat (2) peraturan ini.
(7) Ketentuan dan syarat-syarat lain tentang perpindahan intern diatur lebih lanjut oleh masing-masing Fakultas, Jurusan dan Program Studi.

Pasal 42

(1) Universitas dapat menerima mahasiswa pindahan dari Perguruan Tinggi lain sejauh peraturan perundang-undangan yang berlaku memperkenankan dan dimungkinkan oleh peraturan serta peluang Fakultas, Jurusan atau Program Studi yang diminati; perpindahan demikian disebut perpindahan ekstern.
(2) Perpindahan ekstern hanya dapat dilakukan dan diterima pada permulaan semester.
(3) Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang hendak melakukan Perpindahan Ekstern adalah sebagai berikut :
a. Berasal dari Program Studi yang memiliki izin operasional.
b. Mengajukan surat permahonan kepada Rektor, dengan disertai :
1. Salinan ijazah/STTB dan/atau STK SMU atau SMK;
2. Transkrip akademik yang sah dari Perguruan Tinggi asal;
3. surat rekomendasi dari Pimpinan Perguruan Tinggi asal;
(4) Fakultas, Jurusan atau Program Studi yang diminati berhak untuk menentukan matakuliah serta nilai kredit yang dapat dipindahkan dalam matakuliah serta nilai kredit yang masih harus diambil pada Fakultas, Jurusan atau Program Studi tersebut.
(5) Beban studi untuk semester pertama yang boleh diambil oleh mahasiswa pindahan dimaksud dalam ayat (1) pasal ini adalah maksimal 18 sks.
(6) Masa studi yang telah ditempuh di Perguruan Tinggi asal, tetap diperhitungkan dalam menghitung batas waktu studi maksimal sebagaimana termaktub dalam pasal 12 ayat (2) peraturan ini.
(7) Ketentuan dan syarat-syarat lain tentang perpindahan ekstern diatur lebih lanjut dengan Keputusan Rektor.

Bagian II
R e a d m i s i

Pasal 43

Mahasiswa yang telah keluar secara resmi maupun yang telah dinyatakan keluar karena tidak melakukan pendaftaran ulang (her-registrasi) dua semester berturut-turut, tidak dapat lagi menjadi mahasiswa Unika Soegijapranata, kecuali melalui Penerimaan Mahasiswa Baru.

Pasal 44

(1) Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang, masih dapat didaftarkan sebagai mahasiswa Program Studi yang bersangkutan dengan syarat sebagai berikut:
a. membayar Uang Kuliah Pokok (UKP) semester selama yang bersangkutan tidak aktif;
b. membayar Uang Kuliah Pokok (UKP) dan Uang Kuliah Semester (UKS) untuk semester yang berjalan dan semester-semester selanjutnya sebesar yang berlaku bagi mahasiswa tahun admisi terbaru.
c. melengkapi semua persyaratan administrasi yang diperlukan.
(2) Beban studi yang boleh diambil pada semester pada waktu mahasiswa yang bersangkutan mulai aktif kembali, adalah sebesar 18 sks, kecuali bagi mahasiswa yang tinggal mengambil Tugas Akhir/Skripsi.
(3) Semester-semester pada waktu mahasiswa yang bersangkutan tidak melakukan pendaftaran ulang tetap diperhitungkan dalam menghitung batas waktu studi maksimal sebagaimana termaktub dalam pasal 12 ayat (2) peraturan ini.

Bagian III
Pendaftaran Ulang Mahasiswa

Pasal 45

(1) Setiap mahasiswa, termasuk yang sedang dalam skorsing dan cuti kuliah, wajib melakukan pendaftaran ulang sebagaimana ditentukan dalam kalender akademik dengan membayar uang kuliah sesuai dengan ketentuan.
(2) Pendaftaran ulang tidak dapat dilakukan setelah masa pendaftaran berakhir.
(3) Penyimpangan atas ketentuan ayat (2) pasal ini, hanya dapat diberikan oleh Pimpinan Universitas jika ada rekomendasi dari Dekan fakultas yang bersangkutan.
(4) Pendaftaran ulang mahasiswa dilakukan di Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK).

Pasal 46

(1) Persyaratan yang harus dipenuhi mahasiswa untuk dapat melakukan pendaftaran ulang adalah sebagai berikut :
a. menyerahkan/menunjukkan bukti pelunasan Uang Kuliah Pokok (UKP) yang ditetapkan untuk semester yang berjalan;
b. menyerahkan/menunjukkan bukti pelunasan Uang Kuliah Semester (UKS) dan bukti pelunasan pembayaran lain yang diwajibkan pada semester yang baru lalu atau sebelum semester yang berjalan.
c. memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan oleh Rektor dalam peraturan tersendiri.
(2) Sebagai bukti bahwa mahasiswa telah melakukan pendaftaran ulang, maka mahasiswa yang bersangkutan akan diberi Kartu Mahasiswa dan Kartu Rencana Studi untuk semester yang berjalan.

Pasal 47

(1) Mahasiswa yang telah melakukan pendaftaran ulang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 dan atau tidak melakukan pembayaran SKS dianggap tidak aktif pada semester yang berjalan.
(2) Mahasiswa yang tidak melakukan kewajiban sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak berhak mendapatkan pelayanan akademik dan administrasi serta tidak berhak menikmati fasilitas kemahasiswaan yang tersedia.
(3) Mahasiswa yang tidak melakukan kewajiban sebagaimana dimaksud ayat (1) selama 2 (dua) semester berturut-turut dikenakan sanksi pemutusan hak studi.

Bagian IV
Pindah atau Keluar

Pasal 48

(1) Permohonan pindah ke Perguruan Tinggi lain atau pengunduran diri sebagai mahasiswa harus diajukan secara tertulis kepada Rektor melalui Dekan Fakultas dengan tembusan kepada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), dan disertai bukti:
a. bebas dari semua dan segala jenis kewajiban keuangan;
b. bebas dari pinjaman buku di perpustakaan dan/atau peralatan laboratorium.
(2) Kepada pemohon yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana tersebut dalam ayat (1) Pasal ini, oleh Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) akan diserahkan :
a. surat keterangan pindah atau surat keterangan keluar;
b. transkrip hasil studi; dan
c. surat-surat lain sejauh diperlukan.

Pasal 49
(1) Kepada mahasiswa yang telah dikenai sanksi pemutusan hak studi karena pertimbanagn akademik dapat diberikan transkrip hasil studi oleh Universitas bila yang bersangkutan dapat memenuhi persyaratan seperti yang ditetapkan dalam Pasal 48 peraturan ini.
(2) Mahasiswa yang dikeluarkan dengan tidak hormat tidak berhak mendapatkan surat keterangan apapun dari Universitas.

BAB IV
SANKSI AKADEMIK

Pasal 50

(1) Mahasiswa yang dengan sengaja memalsu, baik formal maupun material, dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud dalam peraturan ini, dengan mempertimbangkan berat ringannya kesalahan dari yang bersangkutan, dapat dijatuhi sanksi akademik berupa teguran, skorsing atau pemutusan hak studi/dikeluarkan dari Universitas.
(2) Sanksi sebagaimana tersebut dalam ayat (1) pasal ini dapat juga dijatuhkan kepada mahasiswa yang berperilaku tidak sesuai dengan keanggotaannya dalam masyarakat akademik ataupun karena kelalaian atau dengan sengaja telah merugikan atau mencemarkan/menjatuhkan nama baik Universitas.
(3) Ketentuan lebih lanjut tentang penjatuhan sanksi akademik dimaksud dalam pasal ini diatur dalam keputusan Rektor.

BAB V
PENUTUP

Pasal 51

(1) Dengan diberlakukannya peraturan ini, maka Peraturan Universitas Katolik Soegija-pranata Nomor : E.2/1069/UKS.01/I/2000 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan peraturan-peraturan lain yang bertentangan atau tidak bersesuaian dengan peraturan ini dinyatakan tidak berlaku lagi.
(2) Hal-hal lain yang belum atau belum cukup diatur dalam peraturan ini akan diatur lebih lanjut dalam keputusan Rektor.

Pasal 52

Peraturan ini mulai berlaku sejak hari ditetapkan.




Ditetapkan di : Semarang
Pada tanggal : 14 Mei 2003

Universitas Katolik Soegijapranata
Rektor,



Dr. Martinus Handoko, MSc. FIC.

    Sintak | Mail Unika | Library | Guest Book | Privacy Policy Powered by: BMSI